Untuk kamu yang sebenarnya sudah sangat muak untuk aku bicarakan. Tolong berhenti mengusik kehidupanku lagi. Berhenti untuk menyangkut pautkan segala urusanmu denganku. Berhenti mengurusi urusan dan kehidupanku ! Dan berhenti memberi rasa iba yang sebenarnya amat sangat tidak aku butuhkan. Berhenti membuatku menjadi seorang pecundang yang hanya dikasihani orang. Sekali lagi aku tekankan, aku amat sangat tidak membutuhkan itu semua !!!
Aku bisa berdiri dengan tuhan, sabar dan tegarku. Tak perlu kau mengumbar-umbar semua masalah dikehiduanku terhadap orang lain, hanya untuk menarik simpati dari orang tersebut. Sungguh, perbuatan konyolmu yang menceritakan apa yang seharusnya tidak kau jadikan sebuah ucapan murahan itu, amat sangat membuatku muak
dan kian membencimu ! Berhentilah melakukan semua itu di belakangku ! Jika kau ingin membantuku, mengurangi bebanku, cukup hanya dengan mendoakanku saja, tidak perlu kau pamer dengan segala rasa sok baikmu.
dan kian membencimu ! Berhentilah melakukan semua itu di belakangku ! Jika kau ingin membantuku, mengurangi bebanku, cukup hanya dengan mendoakanku saja, tidak perlu kau pamer dengan segala rasa sok baikmu.
Mengertilah, dengan tidak adanya dirimu telah membuat kehidupanku jauh lebih baik dibanding dengan adanya dirimu. Pergilah jauh, tak usah lagi menoleh kebelakang walau sedikitpun. Pergilah bersama dengan semua angan dan inginmu. Perihal aku, tak usah kau khawatirkan. Khawatirkan saja dirimu sendiri yang kian menjadi sampah tak berdaur ulang dimataku, tak bermanfaat, tak berguna !!!
Ini terakhir kali kau mengusik kehidupanku, pastikan tak ada lagi tingkah licik dan sok baikmu yang mengatasnamakan diriku. Pergilah jauh-jauh, sampai aku tak mengenal lagi dirimu !!!!
0 komentar:
Posting Komentar