Yeayyy ketemu lagi sama tanggal 1 di bulan Maret.
Alhamdulillah...
Heii Tuan...
Hubungan kita udah masuk di bulan kedua nih. Gakerasa ya...
Udah banyak banget hal-hal yang kita laluin. Seneng, sedih,
bahagia, marah, nangis semua jadi satu. Udah kek es campur aja :D Tapi, di bulan ke dua
ini banyak banget insiden yang ngebuat hubungan kita agak sedikit cekcok. Tapi,
kalo kata orang-orang sih, semakin banyak pertengkaran, maka semakin kita bisa mengenal sifat dari pasangan kita masing-masing.
kalo kata orang-orang sih, semakin banyak pertengkaran, maka semakin kita bisa mengenal sifat dari pasangan kita masing-masing.
Iya Tuan...
Semakin mengenal sifat satu sama lain. Lambat laun kamupun
akan melihat jelas sifat egoisku. Sifat yang sangat sulit untuk aku hilangkan.
Sifat yang kadang kek bunglon. Cepet banget suasana hati bisa berubah. Dan
akupun juga semakin mengenal sifatmu. Sifat yang super duper sabar itu. Yaaa cocoklah dengan sifatku yang egois ini, salah satu dari kita harus ada yang
mengalah. Yaitu kamu..
Aku sebenarnya sanggat bersyukur, Tuan...
Bisa mendapatkan kekasih yang selalu sabar menghadapiku.
Yang selalu membuatku tersenyum karna tingkah konyolmu itu. Tapi, disisi lain
kesabaranmu itu kadang membuatku greget. Kesabaranmu itu kadang membuatku ingin
marah. Banyak contoh kecil yang sudah terjadi di hubungan kita.
Tuan....
Akupun sangat tidak menyukai sikap dan sifatmu yang selalu
membawa santai suatu masalah. Iya, tidak salah memang. Tapi kalau setiap
masalah selalu kamu respon begitu.. Lama lama hubungan kita akan menjadi
monoton, Tuan. Jujur hubungan yang terlalu monoton akan membuatku bosan, Tuan.
Bukan berarti juga setiap masalah harus direnungi secara terus menerus. Tapi,
kamu harus bisa memposisikan dimana sikap yang harus kamu bawa santai atau
tidak.
Terlepas dari semua itu, Tuan..
Kamulah pria tersabar yang pernah kutemui. Tetap sabar
meskipun aku cuek, jutek, gapeduli. Memang semua itu kamu lakukan agar masalah
kita tidak bertambah panjang. Tapi, ada saatnya kamu juga harus bisa serius
disaat aku juga sedang serius. Susah memang menghilangkan sikap pecicilan kamu itu.
Tapi yang harus kamu inget Tuan, kamu itu calon pemimpin, calon imam untuk
keluargamu kelak. Kamu harus bisa tegas, harus bisa dewasa. Gak melulu semuanya
harus didorong dari orang lain. Kelak yang menentukan arah hidupmu, selain
allah adalah diri kamu sendiri. Aku dan orang-orang disekitarmu hanya bisa
berdoa dan menyemangatimu agar yang terbaik selalu berada didekatmu. Selebihnya
kamu sendiri , Tuan....
Tuan....
Maaf untuk insiden aku marah-marah gak jelas pada saat itu.
Penyebabnya cuma satu, KANGEN. Iya kangen. Tapi , berhubung lagi
kangen-kangennya tapi gabisa ketemu, makanya aku suka nyari gara-gara dan marah
gajelas. Habis kamunya juga gapernah peka. Aku bukan tipe orang yang todopoint
atau langsung bilang pengen ketemu secara blak-blakan. Tapi, seharusnya kamu
ngerti lah. Gara-gara kejadian itu, kamu gamasuk kerja. Kalo aku tau kamu
gakerja pada saat itu, mungkin aku bakalan lebih marah lagi sama kamu.
Gara-gara insiden itu, kamu diistirahat sementara dari kerjaan. Lagi-lagi kamu
masih dengan santay nya menanggapi masalah ini. Salut...
Tuan...
Aku jadi ngerasa gak enak hati sama kamu. Salah satu alasan
kalo sampe kaamu kehilangan pekerjaan itu gara-gara aku. Tapi, disisi lain
seharusnya kamu bisa ngebedain mana yang masalah pribadi mana yang gak. Jangan
sampe kamu campur adukin. Aku harap bakalan ada hikmah yang bisa kamu petik
dari kejadian ini. Dalam doaku, tak luput kupanjatkan agar kamu diberikan yang
terbaik sama Allah. Andaipun kamu gakerja lagi di tempat yang lama, aku berdoa
agar kamu dikasih pekerjaan yang jauh lebih baik daripada pekerjaan sebelumnya, Aamin.
Memang betul Tuan...
Hidup itu harus ada yang namanya perpindahan. Perpindahan
itu menjadi penting, karna dengan perpindahan kita bisa memulai sesuatu yang
baru, dan yang pastinya jauh lebih baik. Akan ada kesedihan memang yang
mengikutinya, tapi percayalah kebahagiian telah menunggu di depan sana.
Tergantung kita mau menjemput kebahagiaan itu atau tidak. Aku yakin suatu saat
nanti si penyabar ini akan menjadi orang yang hebat dan kuat. Insya Allah...
Lupain masalah kesedihan dan kegregetan aku sama kamu...
Inget gak Tuan, pas tanggal 19 Februari ?? Wah itu moment
yang paling gabisa aku lupain. Kita udah kek mau berpetualang aja. Ngelewatin
terjalnya jalan buat sampe kerumah temen aku yang lagi ultah. Niatnya sih mau ngasih
surprise. Saat itu, aku bener-bener takut Tuan. Aku fhobia tempat yang gelap
dan agak sedikit yaa you know lah :D Tapi, ketakutan ku itu terasa hilang, saat
aku tau kamu ada di depanku. Makasih ya selalu ada di saat moment spesial yang
aku lalui.
Tuan.....
Semua terjadi begitu saja. Tanpa rencana dan tanpa
disengaja. Bahagia betul pada saat bisa bertemu dan bercanda bareng sama kamu. Kamu
itu bagaikan oksigen yang memberikan aku kehidupan di dunia ini. Menghirupnya
membuatku terasa tak akan mati. Kamu itu bagaikan bunga yang baru saja mekar
dengan indahnya, membuat mataku tak berhenti untuk memandanginya. Dan kamu itu
bagaikan kepompong yang bermetamorfosis dengan sempurna menjadi kupu-kupu yang
amat sangat cantik, sehingga membuatku tak ingin merusak keindahannya.
Terima kasih banyak, Tuan....
Terima Kasih banyak atas semua hal yang telah kita lalui.
Terima kasih telah mengizinkanku menaangis dalam pelukanmu, terima kasih atas
pelukanmu yang terasa hangat walaupun hanya sesaat. Semua itu membuatku merasa
bahwa kesedihanku ini tidak aku rasakan sendirian. Ada kamu yang masih memberi
kebahagiaan untukku. Terimakasih banyak Tuan...
Dari wanita yang
mencintaimu, AKU ❀◕‿◕❀
0 komentar:
Posting Komentar