Minggu, 27 Maret 2016

Ah...

Ah... 
aku memang tak pernah menjadi dewasa dari yang kau kira. 
Memahami baris luka, aku kira itu mudah. 
Tapi tak semudah menerjemahkannya kedalam bahasa yang orang bilang itu patah hati. 
Apa lagi untuk sekedar mengerti, merayu hatiku untuk memahami. 
Mengikhlaskan semuanya. aku rasa tak semudah itu. 
Jelas jelas semuanya terkukung dalam lingkar pikiran, yang kemudian membeku membentuk gumpalan yang kau sebut itu kecewa? 
Maka biarkanlah luka itu membeku dengan sendirinya. 
Agar tak lagi ada darah yang menetes merah tua. 
Agar tak lagi ada kecewa yang tersisa. 
Membeku begitu saja...

0 komentar: