Ah...
aku memang tak pernah menjadi dewasa
dari yang kau kira.
Memahami baris luka, aku kira itu mudah.
Tapi tak semudah
menerjemahkannya kedalam bahasa yang
orang bilang itu patah hati.
Apa lagi untuk sekedar mengerti, merayu
hatiku untuk memahami.
Mengikhlaskan semuanya.
aku rasa tak semudah itu.
Jelas jelas semuanya terkukung dalam
lingkar pikiran,
yang kemudian membeku
membentuk gumpalan yang kau sebut itu
kecewa?
Maka biarkanlah luka itu membeku
dengan sendirinya.
Agar tak lagi ada darah yang menetes merah
tua.
Agar tak lagi ada kecewa yang tersisa.
Membeku begitu saja...
0 komentar:
Posting Komentar