Jumat, 01 Januari 2016

Cerita Kamu

Andaikan kamu tahu, jika tulisan ini aku tujukan untuk kamu. Aku rasa, kamu akan ingat semua mengenai apa yang pernah kita lakukan bersama. Kamu akan ingat semua tempat yang pernah kita kunjungi bersama. Kamu akan ingat semua rasa yang pernah kita rasakan berdua.

Aku masih mengingat jelas saat pertama kita bertemu. Memori yang tak akan terganti dengan memori lain yang lebih indah. Memori suara tertawa kita yang bahagia. Memori sentuhan kamu yang begitu lembut. Memori aroma tubuh kamu yang entah wangi apa, tetapi aku suka. Dan yang paling aku ingat, memori tiap pelukan yang selalu menenangkan
.

Aku tidak bisa berhenti jika sudah menceritakan perihal kamu. Perihal pesan singkat kamu yang selalu membuat aku tersenyum. Perihal kelakuan kamu yang kadang sangat menyebalkan. Perihal kebodohan kamu yang membuat kita saling menertawakan.

Sepertinya, aku sudah sangat mengenal kamu. Aku senang bisa seperti itu.
Tapi mungkin semua itu tidak menyenangkan untuk kamu.
Aku tidak akan bisa pernah lupa mengenai akhir kita. Ketika kita tidak lagi bisa tertawa bahagia. Ketika sentuhan kamu tidak pernah lagi aku rasakan. Ketika aroma tubuh kamu sudah tidak lagi dapat aku cium. Ketika pelukan terakhir kamu tidak lagi menenangkan.

Hal menyakitkan seperti itu, aku kira mimpi. Yang ketika aku bangun, kamu masih ada di samping ku. Menunggu mataku terjaga. Menunggu aku tersadar. Lalu kembali tertawa dan memelukku. Tapi, yang sebenarnya mimpi adalah ketika aku berharap kamu masih ada disampingku.

0 komentar: