Hari-hariku pernah menyedihkan lebih dari mereka tahu, sendirian untuk membangkitkan rasa yang entah seperti apa bentuknya. Bukan sekali ataupun dua kali aku meratapi sakit yang membunuh perlahan, berkali-kali sayang.
Siapapun yang pernah mendengarkan cerita seperti apa aku kemarin, mereka pasti mengasihaniku. Menurutmu apa aku patut dikasihani?
Masa-masa yang menyedihkan sudah banyak aku tuliskan, mungkin semesta juga menertawakan. Aku tidak ingin merapal lelah yang Tuhan berikan, bertemu denganmu membuatku berani menjatuhkan hati setiap hari. Dicintaimu, membuat aku percaya masih ada yang menerima aku apa adanya.
Jika ada kata lebih dari terima kasih, mungkin akan aku katakan kepadamu.
Terima kasih telah menyayangiku dengan begitu hebat, kamu membuatku merasa beruntung.
Terima kasih sudah mencintaiku lebih dari sekedar teman.
Terima kasih banyak sudah dengan rela menemani aku, apa kamu tetap mau menemani setiap hari meski aku masih keras kepala?
Apabila kamu temukan aku yang sedang egois, percayalah rasa sayangku tidak akan berkurang sedikitpun. Kadang aku tidak mengerti diriku sendiri, karena itu aku butuh pengertianmu. Tidak perlu berjanji untuk selalu menyayangiku, tetaplah ada untukku karena aku mencintaimu lebih dari janji.
0 komentar:
Posting Komentar