Hai,
Pria yang kehadirannya selalu aku rindukan.
Bagaimana kabarmu ??
Tentu baik bukan ??
Kau tak perlu bertanya balik tentang keadaanku. Aku tentu jauh lebih baik darimu.
Pria yang kehadirannya selalu aku rindukan.
Bagaimana kabarmu ??
Tentu baik bukan ??
Kau tak perlu bertanya balik tentang keadaanku. Aku tentu jauh lebih baik darimu.
Hari ini, tepat 11 bulan kebersamaan kita.
Banyak hal yang ingin kusampaikan.
Baik suka, duka, tawa, maupun bahagia.
Jujur, aku
tidak pernah menyangka hubungan kita akan berjalan sejauh ini.
Yang kuingat, dulu aku amat menggilaimu, amat menyukaimu tanpa celah dan tanpa cacat. Sebelumnya, kau tahu kisahku dimasa lalu. Hatiku pernah dipatahkan oleh kisah yang kandas ditengah jalan. Hadirmu kala itu, bagaikan rumah untuk aku kembali, setelah terpontang panting di jalanan yang kumuh dan lusuh. Tak hanya kembali, hadirmupun membuatku ingin menetap dan tak ingin pergi lagi.
Banyak hal yang ingin kusampaikan.
Baik suka, duka, tawa, maupun bahagia.
Jujur, aku
tidak pernah menyangka hubungan kita akan berjalan sejauh ini.
Yang kuingat, dulu aku amat menggilaimu, amat menyukaimu tanpa celah dan tanpa cacat. Sebelumnya, kau tahu kisahku dimasa lalu. Hatiku pernah dipatahkan oleh kisah yang kandas ditengah jalan. Hadirmu kala itu, bagaikan rumah untuk aku kembali, setelah terpontang panting di jalanan yang kumuh dan lusuh. Tak hanya kembali, hadirmupun membuatku ingin menetap dan tak ingin pergi lagi.
Tak terasa, hari-hari begitu cepat berlalu. Semua terasa seperti baru kemarin, seperti saat pertama kali kau menyapaku lewat sosial media berlogo "F". Tak kusangka, kebersamaan kita telah membuat kita mengerti satu sama lain. Tidak, tak sepenuhnya kita saling mengerti.
Aku tahu, keadaan seperti ini akan terjadi dalam fase hubungan kita. Pertengkaran hebat, adu argumentasi yang berujung air mata, dan hal hal lainnya yang tak pernah kupahami.
Aku tak pernah tahu apa yang ada di lubuk hatimu yang paling dalam, tempat yang tak mungkin pernah kusentuh. Aku tak pernah tahu, apa yang kau pikirkan tentang wanita sepertiku. Wanita dengan penuh bahasa yang tersirat, wanita dengan sifat yang amat sangat cengeng, wanita yang tidak pernah kau pahami, wanita yang selalu menuntutmu banyak hal.
Aku tidak pernah tahu, apakah selama ini kamu muak dengan segala sikapku, dengan segala egoisku, dengan segala marahku, dan dengan segala tangisku. Aku tidak pernah tahu sampai dimana batas kesabaranmu menghadapi semua sikapku. Sampai pada suatu ketika, kamu murka dengan segala kekonyolanku. Katakata yang tak pernah ingin kudengar, akhirnya termuntahkan oleh mulutmu.
Aku tahu, jika kita bertukar posisi. Aku akan lebih murka dari pada yang kamu lakukan. Aku akan lebih tak tahan menghadapi semua sikap dan sifatku selama ini. Kamu bertahan cukup hebat, mampu menelan semua luka yang pernah kuberi.
Tapi ketahuilah. Aku mencintaimu lebih dalam. Cinta yang tak akan pernah kau lihat dan kau temui diwanita lain. Aku mengikatmu dengan nadiku, maka jika kau lepas aku yang akan sakit sendiri.
Semua tangisku, semua amarahku, dan semua sikapku yang mungkin membuatmu muak, semua itu kulakukan karna aku tak ingin kamu pergi. Ada alasan di balik itu semua. Tangisku sebelum tidur, tak akan pernah kau ketahui. Rasa sesak didadaku karna merindukanmu, tak akan terobati hanya dengan kata "aku kangen kamu". Seperti halnya ketika lapar, kamu tak akan kenyang hanya dengan mengatakan "aku lapar". Kamu akan kenyang jika kamu makan. Sama halnya dengan rindu, tak akan terobati hanya dengan kata, bila pertemuan tak pernah terwujud. Terkadang, hal kecil seperti ini sering kau sepelekan, dan itu amat menyakitkan.
Tahukah kamu hal apa yang membuatku marah ? Hal yang tidak akan pernah kamu ketahui. Hal yang tidak ingin kuceritakan. Mungkin kamu tahu salah satu yang membuatku marah adalah ketika kamu tidak peka. Bukan. Bukan masalah itu, karna aku tahu kamu tidak akan pernah tahu, kamu sendiri yang bilang kamu tidak mengerti apa itu peka. Dan sebaiknya kamupun tidak perlu mencari tahu.
Setiap detail kebersamaan kita, ntah suatu saat kita masih bersama atau telah dengan cerita masingmasing, ketahuilah aku akan selalu mengingat itu semua. Kamu seperti telah terprogram didalam otakku. Tidak akan mudah buatku melupakanmu dengan instan. Kamu mempunyai cerita dan kenangan tersendiri di hidupku. Dengan semua keterbatasanku, terima kasih karna selama ini telah bersedia untuk menjadi penopang di dalam hidupku.
11 bulan, bukan waktu yang singkat. Banyak hal yang telah kita lalui bersama. Hujanpun turut berperan penting dalam kenangan yang kita ukir. Masih ingatkah, pertemuan pertama kita pun kala itu hujan turun dengan begitu derasnya. Sewaktu kita menunaikan kewajiban dengan berbagi kesesama, hujan pun turun tanpa reda dan jeda. Walaupun aku tahu besoknya aku akan demam dan flu, namun bersamamu tetap menjadi moment terbaik dalam hidupku.
Aku merasa paling beruntung memilikimu. Sikap hangat yang selalu kamu berikan, pelukanmu yang mampu menenangkanku, tatapanmu yang selalu meneduhkanku. Membuatku selalu merasa ingin kembali padamu. Aku tak akan pernah bisa membayangkan, bagaimana aku tanpa kamu. Karena kamu telah membuatku amat bergantung dengan hadirnya dirimu. Lain halnya dengan sikap ku yang manja, yang selalu memaksamu untuk mengantar dan menjemputku kuliah, bukan karna aku tidak bisa mandiri dan selalu ingin menyusahkanmu, bukan. Aku hanya ingin setiap hari bertemu denganmu walau hanya setengah jam. Aku hanya ingin melihat senyum yang mengembang di wajahmu. Atau sekedar melihat rambutmu yang masih berantakan, karna belum mandi. Terlalu egois mungkin, selalu menyusahkanmu. Namun ketahuilah, aku hanya ingin mengobati rasa rinduku.
Terkadang, aku sangat iri melihat hubungan temanku. Dinner romantis, dikasih kejutan, atau diajak shopping ketika gajian. Tapi kamu jangan salah paham dulu. Bukannya aku tidak bahagia dengan hubungan ini. Tidak, aku sangat bahagia. Bahagiaku tidak bisa dimaterikan dengan uang. Aku sangat menghargai setiap usaha yang kamu lakukan untuk mebuatku bahagia. Aku tidak ingin menghabiskan uang gajianmu dengan memfoya foyakan membeli sesuatu yang bukan kebutuhan. Aku tidak ingin kamu mengajakku makan malam di restoran mahal, atau memberikanku bunga indah dan coklat. Tidak. Aku sudah bahagia hanya dengan kamu bawakan bakso kesukaanku. Bahkan aku tidak pernah bosan ketika 4 hari berturut turut kamu hanya membawakanku bubur ayam. Aku tidak pernah mengeluh karna tidak bisa selfie di tempat mewah. Aku sudah cukup senang, ketika makan di warung pinggir jalan. Hadirnya aku, tidak ingin membuatmu terbebani dengan semua ini.
Candaanku ketika bilang ingin menikah di sebuah gedung, mempunyai rumah dan kendaraan pribadi. Ketahuilah bahwa itu semua bukan semata mata aku ingin hidup mewah. Tidak sayang. Aku hanya ingin memotivasimu agar lebih giat lagi dalam bekerja. Agar ada terget yang harus kau capai. Sungguh, aku ingin kita berjuang bersama sama dalam membangun hubungan ini. Karna ibarat sebuah novel, aku harus membaca dari awal untuk mengetahui ending dari novel tersebut. Jika diizinkan, aku ingin menemanimu dari titik terbawah sampai pada akhirnya kamu berada di puncak. Ketika semua itu terwujud, meskipun pada akhirnya bukan aku yang mendampingimu, ketahuilah itu semua untuk kebaikanmu dan calon makmum mu kelak.
Aku mencintaimu tanpa syarat. Aku melihat dirimu sebagai sesuatu yang utuh. Aku bangga memilikimu. Dan aku bahagia dengan kesederhaan hubungan kita. Tak ada hal yang lebih membahagiakan ketika aku penat dengan semua hiruk pikuk kehidupan didunia ini, aku bisa mencurahkan semua rasa lelahku, dan dengan sabarnya kamu mendengarkan semua curahanku. Akupun ingin menjadi tempat yang paling kau tuju dan cari ketika dirimu lelah, aku ingin menjadi tempat ternyaman yang akan kau huni, sehingga kau ingin menetap dan tak ingin pergi. Meski dengan pondasi yang belum terlalu kuat, aku ingin kamu memperbaikinya agar bisa menjadi semakin kokoh dan semakin nyaman untuk dihuni. Karna rumah, tidak akan pernah protes dan rewel ketika Tuan nya pulang, bahkan dengan keadaan buruk sekalipun. Begitupun aku, aku ingin menerima semua keadaanmu, apapun itu.
Jujur, aku selalu benci dengan perubahan. Karna perubahan akan selalu menjadi hal yang beda, dari segi baik maupun buruk. Seperti halnya hubungan ini, perubahan pasti akan terjadi. Begitupun dengan sikap dan sifatmu. Perubahan tidak akan pernah terasa untuk orang yang berubah, tapi sangat dirasakan bagi yang melihat perubahan tersebut. Sama hal nya dengan kamu, kamupun sedikit banyak nya telah berubah. Rasa sabarmu dalam menghadapiku, tak sesabar dahulu, memberikan kabar seharusnya menjadi suatu kewajiban, namun tidak pernah kau tunaikan sepenuhnya, semoga ini hanya perasaanku saja. Semoga ini hanya ketakutan ku saja yang tak ingin pernah kamu pergi, jauh di relung hati ku yang terdalam, kamu tidak pernah tahu mencintaimupun bisa menjadi sesakit dan sesulit ini. Tapi, aku sangat menikmati setiap prosesnya. Kenapa menjadi sakit dan sulit mungkin gumammu dalam hati. Karna eskpektasi yang aku ciptakan terhadapmu terlalu tinggi sayang, terlalu ingin dibahagiakanmu, maka ketika ekspektasi tersebut tidak sesuai dengan realita yang terjadi, aku amat sakit dengan kenyataan yang ada. Dan lagi, itu bukan salahmu, sayang. Akulah yang salah, terlalu ingin di bahagiakan olehmu, walaupun ku tahu batas kamu membahagiakanku belum setinggi ekspektasi yang aku harapkan. Dan maaf untuk itu.
Akhir akhir ini, pertengkaran selalu menghiasi perjalan kita. Jujur, aku tidak lelah. Aku hanya penat ketika harus terus menyalahkanmu. Padahal itu semua bukan murni kesalahanmu. Aku yang tidak pandai dalam hal mengontrol emosi, sering sekali menyakitimu dengan perkataanku. Sering sekali keluar kalimat yang amat sangat kau benci. Sering sekali pada akhirnya aku memilih untuk pergi. Tapi yang harus kau tahu, perkataanku tak perlu kau ambil hati, jika pada dasarnya kau tahu bagaimana sifatku. Dan lagi, kamu menyikapi semua perkataanku dengan sabar pada awalnya, tapi semakin kesini semua itu tidak pernah aku jumpai lagi. Dulu, jika boleh aku ingatkan lagi, setiap ada masalah sekecil apapun, sebisa mungkin kamu selesaikan pada saat itu juga, agar masalah kita tidak bertambah parah. Tapi sekarang, seperti jauh berbanding terbalik, kamu lebih memilih untuk membiarkan masalah tersebut sampai berhari hari, dan lebih memilih untuk diam daripada menyelasaikan. Tahukah kamu sayang, selain pelukan hangatmu yang aku rindukan, hal seperti ini pun amat aku rindukan. Entah apa yang membuat segalanya terasa menjadi begitu berubah dan berbeda. Apa karena semua sifatku telah membuatmu malas, apa karena perjuanganmu terasa sia sia, atau karena rasa penasaranmu sepenuhnya telah tejawab. Entahlah. Semoga semua itu hanya praduga ku saja. Semoga kenyataan yang ada, kamu masih ingin memperjuangkan ku dalam keadaan apapun.
Tak dapat banyak doa yang bisa aku lantunkan kepada tuhan untuk hubungan ini. Aku hanya berharap kita bisa kembali seperti awal, kembali dalam keadaan ketika kita jatuh cinta, ketika rasa sepenuhnya masih menjadi milik kita. Sampai detik ini, rasa sayangku untukmu tak pernah berkurang, selalu pas pada porsinya. Semoga kaupun begitu. Jika semua ini telah membuatmu lelah, maka pergilah. Kamupun selalu berkata akan pergi dan menghilang dengan sendirinya. Begitupun aku, aku selalu berkata ingin mengakhiri semuanya, ingin melupakan semuanya. Namun yang harus kau tahu, tak semua perkataanku sesuai dengan keinginanku. Keinginanku hanya ingin kau tetap tinggal dan tak pernah bosan menghadapiku. Tapi aku tidak boleh egois, kehilangan itu sifatnya pasti. Aku tak mau memaksakan kehendakku. Akan ku kembalikan kunci yang pernah kamu kasih, dan kamu bisa membuka gemboknya kapanpun kamu mau. Aku tak akan lagi merengek dan mengemis agar kau tetap tinggal, aku tak akan lagi mengeluh tentang banyak hal, aku tak akan lagi menyusahkanmu, bahkan aku tak akan lagi pernah membahas mengapa kamu tidak pernah membuat atau merangkai kalimat tentang diriku di sosial media milikmu, aku tak akan lagi dengan lancangnya mengganti wallpaper hp mu dengan fotoku, aku tidak akan pernah meminta traktir dan makan melebihi porsimu, kamu tidak perlu takut diketahui orang ketika hubungan kita sedang tidak berjalan dengan baik hanya karna picture media sosialmu tidak menggunakan foto kita berdua. Tak usah terlalu mengkhawatirkan hal itu. Aku tidak ingin membuatmu menjalani hubungan ini menjadi semakin berat, aku tidak ingin orang yang aku sayangi menjadi sakit. Sungguh, kebahagianmu lebih dari apapun. Kamu boleh mencari yang terbaik, yang mengerti dan memahamimu lebih dari aku, tapi akan aku pastikan, tidak ada wanita lain yang mampu mencintaimu setabah aku. Tidak akan ada wanita lain yang hanya dengan merindukanmu, mampu menangis dengan begitu lirih, tidak akan ada wanita yang menadahkan tangannya dan meletakkannya di dekat hati, lalu berdoa semua yang terbaik untukmu, kecuali aku dan ibumu. Kamu mungkin akan bertemu wanita yang lebih cantik dan jauh lebih baik dariku, namun tidak semua wanita yang kau temui akan merelakan tangannya terkena minyak penggorengan, hanya karna untuk membuat perutmu kenyang, walau terkadang rasa asin terlalu pekat, namun ketahuilah aku tak ingin kamu kelaparan. Aku tahu tak ada yang bisa mengalahkan masakan ibumu, tapi aku berusaha menjadi yang terbaik, walau pada akhirnya masakanku akan tergantikan oleh istrimu kelak. Tapi percayalah, bahwa kau satusatunya pria yang mencoba semua masakan yang aku buat. Hanya kamu.
Terima kasih untuk semua bahagia yang pernah kau ukir. Aku selalu mengharapkanmu kembali. Aku selalu menanti ketika malam berharap kau berdiri di depan pagar hanya untuk bertemu diriku walau sesaat. Aku selalu menantikan moment kebahagian apa lagi yang akan kita catat. Ketahuilah, aku wanita yang kuat. Tak usah terlalu mengkhawatirkanku. Aku cukup mampu berjalan sendirian, walau sebenarnya akan lebih kuat bila kau menggenggam tanganku. Sayang, bahagia lah selalu. Ada dan tidak adanya diriku, aku harap akan tetap menjadikanmu pria yang kuat. Kelak, suatu saat jika aku pergi, aku ingin kepergianku bukanlah kehilangan yang amat berarti bagimu. Aku tetap menunggumu, hingga aku menulis kalimat ini......
Dari wanita yang selalu kau tarik lengannya
agar bisa melingkar diperutmu, Aku.
0 komentar:
Posting Komentar